11 January 2016

RESENSI BUKU

A.  Pengertian Resensi
Secara etimologi, resensi berasal dari bahasa latin, dari kata kerja “revidere” atau “recensere” yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Belanda dikenal dengan “recensie” sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah “review”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku. Ada pula yang beranggapan bahwa resensi adalah ulasan/penilaian/ pembicaraan mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau karya yang lain. Tugas dari penulis resensi adalah memberikan gambaran secara garis besar kepada pembaca mengenai suatu karya baik itu film maupun buku agar dipertimbangkan untuk dibaca maupun ditonton. ecara garis besar resensi diartikan sebagai kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah hasil karya baik itu berupa buku, novel, maupun film dengan cara memaparkan data-data, sinopsis, dan kritikan terhadap karya tersebut.


B. Tujuan Resensi

Adapun penulisan resensi ditujukan dengan maksud sebagai berikut:
1. Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah buku atau hasil karya lainnya secara ringkas.
2. Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang diresensi.
3. Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
4. Menguji kualitas buku dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang sama atau penulis lainnya.
5. Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara penulisan, isi, dan substansi buku.


C. Jenis-jenis Resensi

Secara garis besar resensi dibagi menjadi tiga jenis, iaitu:
1. Resensi Informatif, yaitu resensi yang hanya menyampaikan isi dari resensi secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
2. Resensi Deskriptif, yaitu resensi yang membahas secara detail pada tiap bagian atau babnya.
3. Resensi Kritis, yaitu resensi yang berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.
Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku karena bisa saja dalam sebuah resensi ketiganya diterapkan secara bersamaan.


D. Unsur-unsur Resensi

Dalam membuat resensi, terdapat unsure-unsur yang harus dipenuhi agar resensi yang dibuat menjadi jelas dan berkualitas. Berikut ini adalah beberapa unsur yang harus ada dalam pembuatan resensi.
1. Judul resensi
Judul resensi harus memiliki keselarasan dengan isi resensi yang dibuat. Judul yang menarik juga akan memberi nilai lebih pada sebuah resensi.
2. Menyusun data buku
Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Judul buku;
b. Pengarang;
c. Penerbit;
d. Tahun terbit beserta cetakannya;
e. Dimensi buku;
f.  Harga buku.
3. Isi resensi buku
Isi resensi buku memuat tentang sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya, keunggulan dan kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan penggunan bahasa.
4. Penutup resensi buku
Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.


E. Tahap Penulisan Resensi

Berikut ini akan dijelaskan tahap-tahap dalam penulisan sebuah resensi buku.

1. Tahap Persiapan
Dalam tahap ini, hal yang perlu dilakukan antara lain: memilih jenis buku yang akan diresensi, buku tersebut adalah buku-buku baru, dan membuat anatomi buku.

2. Tahap Pengerjaan
a. Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting. Sebelum membuat resensi, bacalah terlebih dahulu buku yang akan diresensi hingga tuntas lalu mencatat kutipan dan kata-kata penting di dalamnya.
b. Membuat isi resensi, diantaranya:
  • Membuat informasi umum tentang buku yang diresensi.
  • Menentukan judul resensi.
  • Membuat ringkasan secara garis besar.
  • Memberikan penilaian buku.
  • Menonjolkan sisi lain dari buku yang diresensi.
  • Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca.
  • Penilaian dari segi kelengkapan karya, EYD dan sistematika resensi.

F. Tips Menulis Resensi

Berikut ini adalah tips dalam menulis resensi:
1. Cari dan tentukan buku baru nonfiksi yang akan dibuat resensi.
2. Catatlah identitas buku yang akan diresensi, seperti jenis buku, judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit, tahun cetak, jumlah halaman, jenis kertas dan harga buku.
3. Catat dan pahami tujuan dan latar belakang penulisan buku, dengan cara membaca kata pengantar atau pendahuluan buku. Buatlah daftar pokok-pokok isi buku secara keseluruhan.
4. Tentukan kelebihan dan kekurangan isi buku.
5. Tulis ringkasan materi dari buku yang dibuat resensi secara jelas dan sistematis.
6. Pada akhir resensi berilah saran dan kesimpulan, apakah buku yang kita resensi tersebut layak dibaca atau tidak.


G. Contoh Resensi

1. Contoh Resensi Novel 5 cm
Penulis :Dhonny Dirghantoro 
Penerbit : PT. Grasindo 
Jumlah Halaman : 381 
Tahun Pertama Terbit : 2005 
Buku ini secara garis besar bercerita mengenai persahabatan dan nasionalisme. Banyak di antara kita yang beranggapan nasionalisme adalah perkara yang pelik. Melalui 5 Cm. kita diajak “bermain-main” dengan rasa cinta pada negeri ini secara sederhana melalui kelima sahabat yang menjadi tokoh utama novel besutan penulis muda, Donny Dirghantoro. Novel ini dibuka dengan perkenalan masing-masing tokoh yaitu Arial, Zafran, Genta, Riani dan Ian. Dengan cerdas, sang penulis merekatkan karakter kuat pada masing-masing tokoh. Hal ini yang membuat 5 Cm unggul dari novel lain. Jika secara umum pada permulaan novel kita dibiarkan menebak seperti apa karakter para tokoh, maka di dalam 5 cm, kita tidak dibiarkan menebak sebab karakter tokoh sudah terbaca kuat di halaman awal. 
Kelima tokoh utama ini telah berada dalam lingkar persahabatan selama kurang lebih 7 tahun. Hingga suatu saat mereka diliputi kebosanan. Kehidupan yang monoton membuat mereka berpikir untuk berpisah selama 3 bulan. Dalam masa “berpisah tersebut”, mereka tidak diperkenankan melakukan komunikasi dalam bentuk apapun. Dalam kurun 3 bulan tersebutlah, mereka ditempa dengan hal baru. Dengan rasa rindu yang saling menyilang. Tentang tokoh Riani yang mencintai salah satu sahabatnya. Tentang Zafran yang merindui adik Arial, sahabatnya sendiri. Tentang Genta yang memilih mengagumi Riani dengan diam. Dan masih banyak lagi lainnya. Sampai pada bagian ini, konsep nasionalisme masih blur. 
Ide mengenai nasionalisme disisip penulis dengan cerkas pada bagian saat mereka kembali bertemu. Kelima sahabat ini memutuskan menunaikan rindu dengan mendaki puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru. Surga dunia yang dititip Tuhan di Nusantara. Alasan yang lebih dari cukup bagi orang-orang (khususnya anak muda) untuk mencintai bangsa ini dan memajukannya dengan tekad yang disimpan di jidat, tak lebih dari 5 cm. Pada bagian ini pula, penulis merubah kisah persahabatan menjadi kisah petualangan yang dibumbui kisah cinta yang manis. Cinta segitiga di antara mereka dikemas dengan tawa bukan tangis. Hal ini yang menjadikan 5 Cm menarik. Hal kecil yang mainstream dibuat berbeda tetapi natural. Hal lain yang mempertegas semangat nasionalisme dalam buku ini adalah petikan-petikan quote yang powerful misalnya: 
“Sebuah Negara Tidak Akan Pernah Kekurangan Seorang Pemimpin Apabila Anak Mudanya Sering Berpetualang di Hutan, Gunung & Lautan.” (Hendry Dunant) 
Pemakaian Bahasa 
Jika ditelaah, Donny Dhirgantoro menggunakan bahasa sehari-hari khas anak muda Jakarta. Bahasanya ringan namun tetap sanggup menghantarkan makna yang dalam. Dalam novel ini, penulis juga banyak menyisip kata-kata asing sebab ada banyak kutipan lirik lagu yang dimasukkan. Bagi sebagian orang, hal ini menciderai jiwa nasionalis yang mencoba dibangun novel ini di bagian akhir. Namun, jika kita jernih melihat, nasionalisme tak ada hubungannya dengan selera musik. Secara umum, dari pemilihan bahasa, Donny dengan jelas membidik pembaca muda. 
Kelebihan, Kekurangan Dan Pesan Moral 
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, novel ini berhasil membuat nasionalisme lebih mudah dicerna, hal ini menjadi keunggulan tersendiri. Hal lainnya adalah adalah kisah percintaan dan persahabatan yang dikemas dengan ringan. Jangan berharap Anda akan menemukan tokoh yang merana sebab orang yang dicintainya, mencintai orang lain. Berbicara soal kekurangan, novel ini memasukkan terlalu banyak lirik lagu untuk menggambarkan beberapa keadaan. Hal ini bisa saja membuat pembaca yang awam musik luar menjadi terusik dan sulit memahami. 

2. Contoh Resensi Buku English for Agronomy
Judul buku                  : English for Agronomy
Pengarang                   : Bayu Hendro, dkk.
Penerbit                    : UMM Press
Tahun terbit                : 2012
Tempat terbit               : Malang
Tebal buku                  : 290 hlm.
Sebagai buku pembelajaran bahasa Inggris untuk jurusan agronomi khususnya reading, buku ini menyediakan banyak artikel berbahasa Inggris mengenai perkembangan teknologi agronomi.  Artikel yang disuguhkan di setiap awal unit menjadi referensi sederhana bagi pembaca untuk memahami istilah – istilah yang sering digunakan dalam ilmu agronomi, disamping itu artikel tersebut juga dapat menjadi sumber pengetahuan. Buku ini terdiri dari 27 unit yang dimulai dengan The Short History of Agriculture.
Buku English for Agronomy ini ditulis oleh tim LC (Language Centre) Universitas Muhammadiyah Malang. Tim ini  dibentuk khusus sebagai pengajar bahasa Inggris dan penulis artikel berbahasa Inggris yang tentunya telah berpengalaman dalam bidangnya.
Artikel mengenai sejarah pertanian menjadi awal dari pembahasan dalam buku ini yang menjelaskan bagaimana pertanian dimulai yang tentu saja berkaitan erat dengan ilmu agronomi. Artikel – artikel selanjutnya diisi dengan pembahasan mengenai ilmu agronomi yang lebih luas dan menjurus.
Dalam setiap unit terdapat banyak kosakata yang berkaitan erat dengan ilmu agronomi seperti furrows, herbicide, fertilizer, plow, dan lain lain beserta artinya dalam bahasa Indonesia yang terkumpul dalam “vocabulary list in contents”. Kosakata ini membantu pembaca untuk mengenal istilah istilah yang banyak diantaranya hanya terdapat dalam ilmu agronomi saja, sehingga memudahkan pembaca memahami informasi yang terdapat dalam artikel dalam setiap unit.
Beberapa latihan soal juga disuguhkan dalam setiap unit. Soal soal yang disediakan tidak hanya berupa soal yang menyatakan definisi, namun terdapat juga soal soal yang berupa jawaban benar salah, mencocokkan kosakata dan artinya, permainan sederhana, membuat kalimat dari suatu kosakata, hingga latihan membuat karangan singkat. Selain informasi dan latihan soal yang disajikan, dalam setiap unit juga terdapat sub unit “let’s speak” dimana menyajikan informasi lain yang bertujuan meningkatkan kemampuan pembaca dalam berbahasa inggris, mulai dari introducing oneself, asking direction, hingga reading news on media.
Penggunaan bahasa yang simple menjadi keunggulan sendiri bagi buku ini.   Baik pembaca yang memiliki skill berbahasa Inggris rendah, hingga pembaca yang dikategorikan expert dapat dengan mudah mengerti apa informasi yang disampaikan dalam buku ini.
Namun, buku ini tidak mencantumkan ilustrasi yang berkaitan dengan pembahasan di setiap unit, sehingga ada beberapa unit yang sulit untuk dimengerti jika hanya dibaca dan diartikan. Dari segi pengehematan kertas, buku ini kurang memperhatikan penggunaan kertasnya, hal ini dapat dilihat dari banyaknya halaman yang kosong di setiap unit. Selain itu penggunaan kertas yang tipis membuat pembaca harus hati hati jika ingin menulis atau mencoret buku ini, penggunaan pena yang terlalu cair tidak dianjurkan karena dapat menembus halaman sebaliknya, bahkan dapat merusak kertas tersebut.
Secara keseluruhan, isi yang terdapat dalam buku English for Agronomy ini layak untuk dijadikan buku pegangan bagi mahasiswa jurusan agronomi. Selain informasi yang disajikan lengkap, penggunaan bentuk kalimat yang masih sederhana, memudahkan pembaca memahami maksud kalimat walaupun banyak menggunakan istilah agronomi yang beberapa diantaranya masih asing didengar bagi beberapa pembaca. Jadi, buku English for Agronomy ini merupakan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan bagi mahasiswa jurusan agronomi.

3. Contoh Resensi Film Laskar Pelangi
Laskar Pelangi adalah sebuah adaptasi dari fenomena sastra berjudul sama tulisan Andrea Hirata. Dengan ekspetasi tinggi dari penggemar novelnya dan sekumpulan pemain ternama yang menyesaki film ini, Laskar Pelangi sudah menjadi hit sejak pertama dibuat. 
Film ini berlokasi di Belitong, Sumatera dan dibuka dengan tokoh Ikal dewasa (Lukman Sardi) yang kembali ke tanah kelahirannya setelah merantau. Dia lalu flash back ke masa kecilnya dulu sewaktu masih SD di SD Muhammdiyah yang sederhana dengan 2 guru yang bersahaja, Bu Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara)
5 tahun berlalu dan film bercerita tentang anggota Laskar Pelangi yang sudah kelas 5, melalui sudut pandang Ikal kecil (Zulfani). Selain Ikal, ada juga tokoh Lintang (Ferdian) yang amat jenius dan Mahar (Verrys Yamarno) yang menunjukkan bakat seni luar biasa. Tokoh-tokoh yang lain adalah Akiong, Harun, Sahara, dan Kucai.
Keputusan penting sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana yang memilih anak-anak asli Belitong sebagai pemain ternyata tepat. Mereka bisa menyelami karakter masing-masing walaupun tidak punya pengalaman akting sebelumnya. Memang, Riri dan Mira terkenal akan kemampuannya mengorbitkan bakat-bakat baru seperti yang terjadi pada Rachel Maryam.
Zulfani dan Ferdian menunjukkan penampilan yang luar biasa sebagai orang baru dalam dunia akting tanpa pengalaman. Kepolosan mereka terasa sangat natural, berbeda dengan bintang-bintang cilik lain yang sering mondar-mandir di layar TV kita. Anda pasti tanpa sadar tersenyum saat menyaksikan kisah cinta Ikal dengan seorang gadis Tionghoa yang ditemuinya di pasar, menunjukkan betapa naturalnya penampilan dia.
=========================================================================
Demikianlah beberapa artikel tentang Contoh Resensi yang bisa kami bagikan. Perlu diingat bahwa resensi buku dapat dijadikan sebuah pertimbangan dalam mencari buku, novel, maupun film yang berkualitas. Semoga Bermanfaat bagi Anda semua. Terima Kasih